Gede Artha, Penyuluh yang Menjadikan Pertanian Ladang Inovasi

Berawal dari keinginan mengubah cara pandang terhadap profesi petani, I Gede Artha Sudiarsana merintis usaha budidaya jamur sejak 2015. Kini, selain mengabdi sebagai penyuluh pertanian, pria yang akrab disapa Gede Jamur itu berhasil mengantarkan usahanya meraih Juara III TUMBUH Anugraha 2026.

Oct 13, 2026 - 05:03
Oct 13, 2026 - 05:39
 0  35
Gede Artha, Penyuluh yang Menjadikan Pertanian Ladang Inovasi

DENPASAR - Petani tidak harus identik dengan pekerjaan kotor, penghasilan rendah, atau profesi yang hanya ditekuni kalangan berusia lanjut. Cara pandang itulah yang sejak muda ingin diubah oleh I Gede Artha Sudiarsana, SP., M.Agb.

Pria asal Desa Pipid, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali, yang akrab disapa Gede Jamur itu meyakini bahwa pertanian menyimpan peluang besar untuk membangun usaha, menciptakan nilai tambah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Keyakinan tersebut tidak berhenti sebagai gagasan. Pada 2015, jauh sebelum menekuni profesi penyuluh pertanian, Gede Artha mulai merintis usaha budidaya jamur. Ia memilih komoditas tersebut karena melihat potensi pengembangannya yang besar di daerah asalnya.

Screenshot 20260925 194553 Photo Editor


Dari usaha yang berangkat dari pengamatan terhadap peluang lokal itu, Gede berupaya membuktikan bahwa pertanian dapat dikelola secara kreatif dan berorientasi bisnis. Baginya, petani bukan sekadar produsen pangan, melainkan pelaku usaha yang memiliki kesempatan untuk terus berkembang melalui inovasi dan pemanfaatan potensi daerah.

Perjalanan tersebut kini menghadirkan capaian membanggakan. Usaha Gede Jamur berhasil meraih Juara III dalam ajang TUMBUH Anugraha 2026, sebuah program apresiasi bagi pelaku usaha mikro dan kecil yang dinilai mampu mengintegrasikan inovasi, pemanfaatan teknologi digital, dampak sosial, serta prinsip ekonomi hijau dalam kegiatan usahanya.

Penghargaan itu menjadi pengakuan atas upaya mengembangkan usaha berbasis pertanian yang tidak semata-mata mengejar keuntungan, tetapi juga membuka ruang bagi tumbuhnya kemandirian ekonomi dan kebermanfaatan sosial.

TUMBUH Anugraha 2026 merupakan bagian dari program TUMBUH yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) bersama Konsorsium Ekonomi Hijau (KEH) Bali. Program ini mendorong pelaku usaha mikro dan kecil agar mampu bertumbuh secara berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan dampak sosial dan kelestarian lingkungan.

Sebanyak 35 pelaku UMKM mengikuti proses seleksi tahun ini. Dari jumlah tersebut, 10 peserta melaju ke tahap akhir. Merubali dari Denpasar meraih Juara I, Five Pillar Experiences dari Jembrana menempati posisi Juara II, sedangkan Gede Jamur meraih Juara III. Adapun Mana Earthly Paradise dari Gianyar memperoleh predikat Harapan I.

2


Merawat Pengabdian, Menumbuhkan Inovasi

Kini, Gede Artha mengemban amanah sebagai Koordinator Penyuluh Pertanian BPP Kerambitan, CWS Tabanan, sesuai keterangan yang disampaikan. Dalam menjalankan profesinya, ia membawa semangat yang sama seperti ketika pertama kali merintis usaha: mendorong pertanian agar lebih maju, produktif, dan memiliki daya tarik bagi generasi muda.

Pengalaman membangun usaha sejak 2015 memberinya perspektif bahwa pengembangan pertanian tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknis budidaya. Diperlukan pula keberanian membaca peluang, kreativitas dalam mengembangkan produk, serta kemampuan mengelola usaha agar potensi pertanian dapat memberikan nilai ekonomi yang lebih besar.

4


Perpaduan antara pengalaman sebagai pelaku usaha dan profesi penyuluh menjadi bekal tersendiri bagi Gede. Di satu sisi, ia berhadapan dengan tantangan pengembangan usaha pertanian. Di sisi lain, ia memiliki tanggung jawab untuk mendampingi petani, menyebarluaskan informasi, dan mendorong penerapan inovasi di lapangan.

Baginya, pertanian dan kewirausahaan merupakan dua hal yang saling menguatkan. Inovasi yang lahir dari pengalaman usaha dapat menjadi inspirasi, sedangkan pendampingan kepada petani membuka kesempatan untuk mengembangkan pertanian yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman.

WhatsApp Image 2026 10 12 at 20.34.34


Deretan Prestasi yang Menguatkan Langkah

TUMBUH Anugraha 2026 bukanlah satu-satunya pencapaian dalam perjalanan Gede Artha. Kiprahnya di bidang pertanian dan kewirausahaan telah mengantarkannya meraih sejumlah penghargaan di tingkat nasional.

Pada 2016, ia terpilih sebagai Duta Petani Muda Nasional. Pada 2018, ia meraih Juara II Petani Berprestasi sekaligus Juara I SocioPreneur Muda Indonesia (Soprema) kategori start-up yang diselenggarakan Universitas Gadjah Mada.

Prestasinya berlanjut pada 2019 dengan meraih Juara I Pegadaian Start-up Competition kategori Agripreneur. Pada 2023, ia juga menerima Penghargaan Wiramuda Berprestasi kategori Sociopreneur dari Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dalam puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-95 di Monumen Nasional, Jakarta.

Deretan prestasi tersebut mencerminkan konsistensinya dalam mengembangkan gagasan bahwa pertanian dapat menjadi ruang tumbuh bagi kewirausahaan dan inovasi. Bukan sekadar menghasilkan komoditas, sektor pertanian juga memiliki peluang untuk membangun usaha yang berdaya saing dan memberikan manfaat lebih luas.

Selain menjalankan tugas sebagai penyuluh dan mengembangkan usaha, Gede Artha juga dipercaya menjadi Ketua Bidang Penelitian dan Pengkajian DPD Perhiptani Kabupaten Tabanan, Bali. Amanah tersebut sejalan dengan semangatnya untuk terus mengembangkan gagasan dan berkontribusi bagi kemajuan penyuluhan pertanian.

WhatsApp Image 2026 10 12 at 20.34.34 (3)


Membuktikan Pertanian Punya Masa Depan

Gede Artha meyakini bahwa masa depan pertanian sangat ditentukan oleh kemampuan para pelakunya beradaptasi, berinovasi, dan melihat peluang. Generasi muda perlu didorong untuk memandang pertanian sebagai sektor yang menjanjikan, bukan pekerjaan yang harus dihindari.

Menurutnya, selama manusia masih membutuhkan pangan, pertanian akan selalu memiliki peran penting. Tantangannya adalah bagaimana mengelola sektor ini secara lebih modern, efisien, dan berkelanjutan sehingga mampu memberikan penghasilan yang layak sekaligus menjaga lingkungan.

Ia juga berpegang pada prinsip bahwa konsistensi dan sikap pantang menyerah merupakan modal penting dalam membangun usaha. Keberhasilan tidak datang secara instan, melainkan melalui proses belajar, keberanian mencoba, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri.

WhatsApp Image 2026 10 12 at 20.39.08


“Saya ingin menjadi bagian dalam membangun kemajuan pertanian. Salah satu upayanya dengan menjadi penyuluh, menyebarkan informasi, dan memberdayakan petani,” ungkapnya.

Bagi Gede Artha, penghargaan bukanlah tujuan akhir. Lebih penting dari itu adalah bagaimana pengalaman dan pencapaian yang diraih dapat menjadi inspirasi bagi petani maupun generasi muda untuk berani mengambil peran dalam pembangunan pertanian.

Dari usaha budidaya jamur yang dirintis sejak muda hingga pengabdian sebagai penyuluh pertanian, Gede Jamur terus membawa pesan bahwa pertanian memiliki masa depan yang luas. Dengan inovasi, jiwa kewirausahaan, dan semangat pengabdian, pertanian dapat menjadi jalan untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat dan lingkungan. (Denbagus/DND)

 

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0