Penyuluh BPP Kuta Utara Tebar Ilmu Hidroponik di Lapas
Penyuluh pertanian terus memperluas ruang pengabdian. Tak hanya mendampingi petani di lahan, BPP Kuta Utara juga berbagi ilmu dan keterampilan hidroponik di Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan
Penyuluh BPP Kuta Utara Tebar Ilmu Hidroponik di Lapas
BADUNG – Penyuluh pertanian tak hanya hadir di tengah hamparan sawah. Di bawah naungan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kuta Utara terus memperluas peran penyuluhan melalui berbagi pengetahuan dan keterampilan pertanian di berbagai ruang. Semangat tersebut diwujudkan melalui kegiatan sharing dan pendampingan budidaya hidroponik di Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan, Senin (24/8/2026).
Kegiatan
tersebut menjadi ruang bagi penyuluh BPP Kuta Utara untuk berbagi pengetahuan
sekaligus keterampilan praktis kepada jajaran dan warga binaan melalui
pengembangan budidaya tanaman dengan sistem hidroponik.
Kehadiran tim penyuluh BPP Kuta Utara diterima Ni Komang Ayu Ari Arsadi, Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Perempuan Kerobokan, bersama I Putu Ariyawan, Kepala Subseksi Sarana Kerja, serta Ni Putu Pratigrahita Pratiwi, Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pelaporan Hasil Kerja, beserta jajaran staf.
Dalam sesi sharing dan pendampingan, penyuluh BPP Kuta Utara diantaranya NBG. Suryadarma TR,S.P, drh. I Gusti Ayu Ngurah Tresnaningsih, Ni Nyoman Alit Purwaningsih, S.P., dan Putu Sri Vernaviyanty, S.TP. tidak hanya menyampaikan teori. Peserta diajak memahami tahapan budidaya hidroponik secara praktis, mulai dari mengenal sistem hidroponik, menyiapkan sarana dan media tanam, melakukan penyemaian dan pemindahan bibit, pemberian nutrisi, pemeliharaan, hingga proses pemanenan.
Bagi
penyuluh, hidroponik menjadi salah satu pilihan teknologi pertanian yang
adaptif, terutama untuk lingkungan dengan keterbatasan lahan. Dengan
pengelolaan yang tepat, budidaya hidroponik tidak hanya menghasilkan sayuran
untuk kebutuhan konsumsi, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi kegiatan
produktif yang memiliki nilai ekonomi.
Di sinilah peran penyuluh menjadi penting. Penyuluh hadir sebagai jembatan pengetahuan, menerjemahkan teknologi pertanian agar lebih mudah dipahami dan diterapkan sesuai kondisi di lapangan.
BPP Kuta Utara berharap pendampingan tersebut tidak berhenti pada kegiatan sharing, tetapi berlanjut dalam praktik secara berkelanjutan. Sinergi antara penyuluh pertanian dan pihak Lapas diharapkan mampu mendorong berkembangnya kegiatan pertanian produktif sekaligus memperkuat keterampilan budidaya tanaman.
Kegiatan
berlangsung dalam suasana interaktif dan mendapat sambutan positif dari pihak
Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan. Ke depan, kolaborasi semacam ini
diharapkan terus diperkuat sehingga penyuluhan pertanian dapat menjangkau lebih
banyak ruang dan memberikan manfaat nyata.
Penyuluh bergerak, ilmu dibagikan, keterampilan tumbuh. Dari lahan terbatas, hidroponik membuka peluang produktif yang lebih luas.
Koresponden: Alit Purwaningsih BPP Kuta Utara Badung
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0